Situs Dosen STKIP Siliwangi Bandung - Ansori AL-B, S.Pd, M.Pd

Artikel Umum

TUJUAN MEMAHAMI FILSAFAT PENDIDIKAN

Dipublikasikan pada : 14 April 2016. Kategori : .

Pemahaman mengenai pendidikan tidak cukup hanya memahami konteks dan konsep pendidikan secara teoritis. Penguasaan teori tidak selamanya berbanding lurus dengan penguasaan situasi pendidikan secara menyeluruh. Hal ini terjadi karena sebagian besar teori memiliki garis besar untuk memberikan arahan atas pengajuan konsep-konsep pendidikan yang ada, namun tetap menuntut adanya internalisasi dan refleksi praktis dalam proses pendidikan, terutama bagi para tenaga pendidik. Penyediaan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) menjadi salah satu institusi yang memiliki peranan penting dalam upaya pengembangan program-program pendidikan bagi masyarakat. Permasalahan utama pendidikan adalah proses penanaman karakter. Karena, pada dasarnya setiap kompetensi kemanusiaan didasari oleh adanya kemampuan untuk membentuk karakter kepribadian yang mampu menjawab setiap tantangan yang dihadapi, sehingga mampu memberikan kontribusi yang tepat bagi sistem sosial maupun sistem kemasyarakatan secara langsung dan terus menerus dalam konteks yang ada pada masyarakat.
Pemahaman nilai dan dasar-dasar filosofis pendidikan yang sesuai dengan karakter pribadi maupun karakter sosial akan membentuk sebuah kepribadian yang utuh dan memiliki integritas yang kuat. Termasuk dalam menyelesaikan setiap tantangan dan permasalahan yang dihadapinya. Uyoh Sadulloh mengatakan bahwa konsep pendidikan dan nilai filosofisnya menjadi dua sisi yang saling melengkapi satu sama lain, ibarat dua sisi mata uang, karena pendidikan adalah upaya yang disadari dan didasari dengan beragam pandangan kehidupan pada sebuah masyarakat. Prinsip ini kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia pendidikan sekarang. Nilai-nilai dasar dalam dunia pendidikan dirasakan menjadi bagian yang sangat penting dalam membentuk karakter mental dan cara pandangan manusia Indonesia dari masa ke masa. Nilai itulah yang akan menjadi jiwa dalam raga setiap manusia, dan itu pulalah yang membentuk karakteristik sistem pendidikan secara utuh.
Tujuan penanaman nilai dan pemahamam makna filosofis pendidikan menjadikan dasar-dasar filsafat dalam dunia pendidikan menjadi kian penting. Hal ini karena pemahaman akan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan konteks teori dan konsep semata, namun juga berkaitan dengan pemahaman pendidikan secara menyeluruh dan mengartikan manusia itu sendiri secara utuh. Bukan secara parsial. Pendidikan tidak dapat berkembang dan mampu mengembangkan manusia apabila sistem di dalamnya hanya mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi namun mengabaikan nilai-nilai kehidupan manusia yang telah berakar dan mengakar dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Pendidikan mewariskan nilai-nilai dan karakter-karakter kemanusiaan yang saling berkaitan satu sama lain. Sehingga mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan manusia agar dapat berkembang satu sama lain.
Pencapaian sebuah tujuan pendidikan tetap menekankan pada berbagai indikator normatif yang berhubungan dengan sebuah pencapaian keberhasilan manusia dalam mengikuti proses-proses pendidikan yang telah diikutinya. Permasalahan dalam dunia pendidikan, berarti munculnya kendala dalam setiap proses pengembangan sikap-sikap kemanusiaan di masa yang akan datang. Penekanan pada nilai normatif tapi dalam koridor pengembangan nalar dan pemahaman manusia itulah yang menjadi titik balik filsafat dalam pendidikan. Filsafat dalam dunia pendidikan mencoba mengarahkan dan menekankan pengembangan konsep-konsep dasar kehidupan dari aspek universalitas (makrokosmis) ke dalam bentuk rangkaian tindakan pembelajaran yang terangkai secara sistematis dan terhubung satu sama lain. Dengan demikian dapat tercipta adanya sebuah proses pembelajaran dalam pendidikan yang benar-benar mengasah bakat kemanusiaan dan bukan menghilangkan kemanusiaan itu sendiri, apalagi menggantinya dengan sebuah sistem mekanistis yang hanya akan membuat manusia-manusia kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai manusia, sebagai bagian dari kelompok manusia dan sebagai bagian dari jagat kehidupan.

Wallahua’lam…